Ada kalanya, dalam
sibuknya aktivitas kita.
Kita merasa kosong
lantas bertanya untuk apa semua ini kita lakukan.
Ada kalanya, dalam
sepinya hari yang kita jalani.
Kita merasa lelah
lantas bertanya kemana perginya orang-orang.
Ada kalanya kita
ingin sendri.
Ada kalanya kita
ingin berteman.
Sayangnya, tidak
semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati.
Ada kalanya kita
ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan.
Kita hanya ingin
demikian meski tanpa alasan.
Ada kalanya kita
berpikir bagaimana rasanya menjadi seperti dia atau mereka.
Ada kalanya kita pun
ingin tahu tentang banyak rahasia. Sampai kita lelah.
Ada kalanya, kita
sibuk dengan pikiran kita sendiri.
Menertawakan
kesendirian kita yang begitu mencekam.
Betapa mengerikannya
pikiran orang yang sendirian.
Hidup itu adalah
kala adanya kita dunia ini berubah, Tuhan tidak bercanda saat menciptakan kita
sementara kita menjalani hidup dengan bercanda.
Besok mungkin kala
kita tiada, kita berharap ada kesempatan untuk mengulang semua ini.
Ada kalanya kita
takut mati, ada kalanya kita seolah-olah ingin mati saja.
Sudah ku katakan,
betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar