Selasa, 21 April 2015

Ada kalanya - NN


Ada kalanya, dalam sibuknya aktivitas kita.
Kita merasa kosong lantas bertanya untuk apa semua ini kita lakukan.
Ada kalanya, dalam sepinya hari yang kita jalani.
Kita merasa lelah lantas bertanya kemana perginya orang-orang.
Ada kalanya kita ingin sendri.
Ada kalanya kita ingin berteman.
Sayangnya, tidak semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati.
Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan.
Kita hanya ingin demikian meski tanpa alasan.
Ada kalanya kita berpikir bagaimana rasanya menjadi seperti dia atau mereka.
Ada kalanya kita pun ingin tahu tentang banyak rahasia. Sampai kita lelah.
Ada kalanya, kita sibuk dengan pikiran kita sendiri.
Menertawakan kesendirian kita yang begitu mencekam.
Betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.
Hidup itu adalah kala adanya kita dunia ini berubah, Tuhan tidak bercanda saat menciptakan kita sementara kita menjalani hidup dengan bercanda.
Besok mungkin kala kita tiada, kita berharap ada kesempatan untuk mengulang semua ini.
Ada kalanya kita takut mati, ada kalanya kita seolah-olah ingin mati saja.

Sudah ku katakan, betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.

Selasa, 14 April 2015

kisah kunangdua


alkisah ada kunang-kunang bernyanyi lagunya bapa pidi baiq yang berjudul "tenang saja" untuk mengenang calon kekasihnya 
Tenang saja. 
Perpisahan tak menyakitkan. 
Yang menyakitkan adalah bila habis ini saling benci. 
Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan. 
Yang menyedihkan adalah bila habis ini saling lupa. 
Bahwa kita pernah, selalu bersama-sama. 
Lalu kita sadar, bahwa kita harus berpisah. 
Lupa, mudah melupakan semua. 
Jangan saling melupakan. 
Hilang, mudah menghilangkan semua. 
Jangan saling menghilangkan. 
Lupa. mudah melupakan semua. 
Jangan saling melupakan. 
Hilang, mudah menghilangkan semua. 
Jangan saling menghilangkan.

bersambung....

Sabtu, 28 Maret 2015

watafak si sai

Dari seseorang yang tak pernah terjamah. "Selamat ulang tahun untuk yang hari ini ulang tahun, semoga panjang umur sukses selalu dan semoga berbahagia."
Mungkin ini salah satu caramu untuk mengucapkan selamat ulang tahun, karena aku tak pernah tahu no ponselmu dan media sosial yang kamu punya...

Jumat, 27 Maret 2015

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta;

Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya.
Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh.
Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu.
Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu.
Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.

Berhati-hatilah….

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya.

Bersiaplah… Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan.
Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.”

Kamis, 26 Maret 2015

Kinanthi terlahir kembali - Tasaro Gk

"Karena suatu saat, mencintai adalah memutar hati tanpa seseorang yang engkau sayangi. Sebab, dengan atau atau tanpa seseorang yang engkau kasihi, hidup harus terus dijalani."

"Ini bukan tentangmu, melainkan aku. Kau tahu, tiba-tiba aku mengkhawatirkan masa depanku. Sesuatu yang dulu tidak pernah kupikirkan. Di manakah kau pada masa depanku? Ketika kita telah semakin menua dan lemah. Di manakah kau pada waktu itu? Masihkah kau akan memberikan senyummu?"

"...Bisakah kelak, kusaksikan lagi wajahmu...meski kutak ada di situ. Meski kau tak menyadari adaku. Tak apa jika ketika itu kau bersama cintamu. Aku akan menyaksikanmu dari kegelapan. Melihat kebahagiaanmu, meski itu neraka bagiku."

"Jika waktu adalah kupu-kupu, sudah lelah hatinya melanglang setiap sudut bumi. Sampai waktunya untuk berhenti. Tetap menunggu, namun tak berharap untuk bertemu. Dia menyadari tidak semua cinta layak diperjuangkan. Maka, yang tertinggal adalah jejak kasih yang memburam"

"Sejauh mana sebuah cinta harus diperjuangkan, atau justru perjuangan itu harus dilakukan dalam diam"

 "Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat pada seseorang?"

"Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apa pun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan, sekadar untuk diingat." 

"Pergilah...percayalah Allah punya berbagai macam cara untuk membuatmu bahagia." 

"Tersenyumlah...Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu."

Jumat, 20 Februari 2015

Ngegelantung

Foto ini? Oke itu pas survey buat diklat angkatan 25 OPA GANENDRA GIRI. Jadi beberapa waktu yang lalu, aku kembali ke tempat belantara hutan sama teman-teman tapi kami mengambil jalan yang lebih sulit (kesasar). Saat itu, kami berada di tengah hutan dan ini adalah pandangan dari sana asli gunung biru daerah pariwisata kota batu tapi lupa di koordinat berapa, lain kali semoga kesasar lagi lumayan buat foto "after" / "before" hahaha
Saya berharap fotonya jadi keren setelah diedit.

Senin, 16 Februari 2015

Jumping Style Freedom!


Kalau kodok bisa melompat memang wajar, dia binatang pelompat. Kalau kita melompat dan jatuh juga wajar, sebab kita bukan kodok.
Setelah capek rafting rasa penasaran akhirnya terobati dengan melompat dari "watu koco" sekitar gunung wilis. Melompat lebih cepat dari bayangan sendiri, enggak ding bro.. itu cuman editan aja kok.. toh itu fotonya Lemeng

Sabtu, 14 Februari 2015

Pekerjaan Paling Bodoh


Pekerjaan paling bodoh adalah tukang memendam perasaan. hahaha
Kita mencintainya diam-diam, malam-malam memikirkannya, tidak pernah bosan mencari tahu semua tentang dirinya, lantas tersiksa oleh rasa rindu kepadanya
Kita memperhatikan dia dari jauh, tertarik setiap kali mendengar orang lain menyebut namanya, menyimak dengan seksama semua kata-kata yang dilontarkan atau membaca dengan teliti semua kalimat yang dituliskannya, mendoakan segala kebaikan untuknya di dalam sujud panjang kita, lalu tersenyum getir saat tiba-tiba menyadari bahwa tidak mungkin dia melakukan hal yang sama kepada kita


Dan lucunya lagi, kita semua pernah sebodoh itu dan mungkin tidak pernah sadar saat melakukan hal bodoh itu

Senin, 02 Februari 2015

Sepesial 25


Nilai persaudaraan
Mungkin akan cair di musim panas
Mungkin akan beku walau di musim salju
Mungkin akan luluh di musim hujan
Mungkin akan senantiasa mekar, walaupun bukan di musim bunga

Hargailah sebuah perasudaraan, sayangilah bila bersama
Maafkanlah bila bersalah, rinduilah bila berjauhan
Pahamilah bila keliru,nasehatilah bila khilaf
Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada melakukan perjalanan bersama saudara


Semoga diantara mereka tidak ada yang membaca

Sabtu, 31 Januari 2015

Emak'e Kuaci

Emak'e Kuaci. Senantiasa menatap kepada satu arah, mengikuti ke arah mana matahari pergi. Setiap pagi, setiap hari, Emak'e Kuaci selalu mengharapkan kehadiran matahari, untuk ditatap kemanapun ia pergi, meski dengan pengharapan yang belum bisa dimengerti. Untuk apa memiliki pengharapan dengan menatap kehadiran matahari. Sementara, bukankah matahari menyinari seluruh isi bumi? Emak'e Kuaci selalu menatap matahari, begitu katanya. Tetapi hanya bunga matahari yang menunduk ketika matahari pergi, menjaga diri dengan pengharapan penuh matahari akan datang kembali.

Jumat, 30 Januari 2015

90 derajat kurang


“Hanya sekedar menengokmu, masih adakah kau disana? ketika ku masih berjalan melangkah menjauh, apakah kau akan menungguku kembali?” dan kurasa tidak, meski ku tidak berharap iya.
Jalani momen kini apa adanya. 
Sesekali saja menengok ke belakang. 
Tak perlu terlalu jauh melihat ke depan. 
Kamu tak kehilangan satu hal pun dalam hidup.

Kamis, 22 Januari 2015

Setalking

Stalking, maneh. Hmm.
Lagi apa?
Sama siapa?
Posisi dimana?
Bagaimana kabarnya?

Penasaran.
Pertanyaan-pertanyaan ini sekarang tak lagi menghasilkan jawaban. Kenapa harah?
Aku tak bisa bertanya secara langsung seperti itu. Gengsi sekali rasanya hahaha.
Akhirnya kubiarkan itu tak terjawab.
Hanya bisa stalking, yesss mumpung gratis ngintip-ngintip dunia mayamu, lalu aku menemukan jawabannya.
Jawabannya "Kamu sekarang lagi bahagia, bersama orang lain, di dunia kalian berdua, dan sepertinya senang sekali." watafakkk
Lalu aku menyesal, kenapa sibuk-sibuk stalking coba, kenapa aku harus selalu bertanya-tanya, kenapa aku selalu penasaran, dan kenapa aku masih stalking? 
Memang benar, lebih baik aku tidak melihat sosial mediamu, karena aku tau jawabannya.
Entahlah, meskipun aku sudah tidak berniat untuk tidak stalking lagi, aku tetap akan mengulanginya kembali.


Sabtu, 17 Januari 2015

Ingat

Hal-hal yang pernah kulupakan*:
*Aku lupa moment kita berkenalan.
*Aku lupa pertama kalinya kamu membuatku tertawa.
*Aku lupa menjadi bodoh dihadapan orang-orang
*Aku lupa saat kamu minta maaf.
*Aku lupa ketika kita pertama kali menangisi keadaan.
*Aku lupa berangan kalau kau ah..sudahlah
*aku lupa ada yang belum terwujud satupun.

Aku lupa karena sulit menghentikan semua yang tak ingin aku ingat. Dan ketika aku dipaksa harus mengingat semuanya, aku bingung. Boleh beritahu aku cara untuk melupakan kau.

Minggu, 11 Januari 2015

Mengandung Menclek

Ini Menclek
Suatu hari hidup mempertemukanmu pada seseorang yang tidak pernah kamu duga. Dia yang menggembirakan dan menyenangkan. Kemudian sejak saat itu, kamu mencari tau lebih banyak tentangnya.
Kekagumanmu pada ciptaan Tuhan yang satu itu tidak pernah habis. Tapi kamu mungkin tidak pernah sadar tentang satu hal, apa alasan dia hadir dalam hidupmu.
Bersamanya, kamu tidak ingin diganggu, tidak ingin disentuh oleh orang lain. Kamu mendekapnya begitu erat karena terlalu larut dalam ketakutan jika dia pergi.
Kenapa dia seolah-olah bisa membuat hati sebentar-sebentar berbunga-bunga, sebentar-sebentar gundah, sebentar-sebentar lelah, sebentar-sebentar semangat, sebentar-sebentar tertawa, sebentar-sebentar kecewa?
Lalu, ketika kamu tau dia bukan milikmu, kamu tidak rela membiarkannya pergi. Seberapa kuatpun kamu berpura-pura tegar, perasaan itu tidak mampu kamu atasi.
Bukan mudah melepaskan seseorang, apalagi melupakan fakta bahwa kalian meski belum pernah bersama. Ketika dia benar-benar pergi, lagi-lagi kamu hanya bisa bertanya dalam hati, "kenapa dia harus hadir, jika pada nantinya dia tetap pergi?" eng...inggg...eng....

Menclek to...

Kamis, 01 Januari 2015

Katanya

Aktivis
Apakah saya sudah menjadi mahasiswa? Bukan niat hati menyalahkan kampusnya, namun hanya ingin mendongkrak semangat organisasi di kampus  ini.
Disini si idealis - idealis tertimbun semua kebiasaan yang sulit dihilangkan di kampus ini, yaitu acuh. Terhalang fasilitas fasilitas yang tidak mendukung mereka. 

Bukan ditujukan untuk seseorang, hanya untuk catatan diri sendiri, yang sampai saat ini lebih sering terkurung dalam kostan dan bermalas-malasan.