Sabtu, 31 Januari 2015

Emak'e Kuaci

Emak'e Kuaci. Senantiasa menatap kepada satu arah, mengikuti ke arah mana matahari pergi. Setiap pagi, setiap hari, Emak'e Kuaci selalu mengharapkan kehadiran matahari, untuk ditatap kemanapun ia pergi, meski dengan pengharapan yang belum bisa dimengerti. Untuk apa memiliki pengharapan dengan menatap kehadiran matahari. Sementara, bukankah matahari menyinari seluruh isi bumi? Emak'e Kuaci selalu menatap matahari, begitu katanya. Tetapi hanya bunga matahari yang menunduk ketika matahari pergi, menjaga diri dengan pengharapan penuh matahari akan datang kembali.

Jumat, 30 Januari 2015

90 derajat kurang


“Hanya sekedar menengokmu, masih adakah kau disana? ketika ku masih berjalan melangkah menjauh, apakah kau akan menungguku kembali?” dan kurasa tidak, meski ku tidak berharap iya.
Jalani momen kini apa adanya. 
Sesekali saja menengok ke belakang. 
Tak perlu terlalu jauh melihat ke depan. 
Kamu tak kehilangan satu hal pun dalam hidup.

Kamis, 22 Januari 2015

Setalking

Stalking, maneh. Hmm.
Lagi apa?
Sama siapa?
Posisi dimana?
Bagaimana kabarnya?

Penasaran.
Pertanyaan-pertanyaan ini sekarang tak lagi menghasilkan jawaban. Kenapa harah?
Aku tak bisa bertanya secara langsung seperti itu. Gengsi sekali rasanya hahaha.
Akhirnya kubiarkan itu tak terjawab.
Hanya bisa stalking, yesss mumpung gratis ngintip-ngintip dunia mayamu, lalu aku menemukan jawabannya.
Jawabannya "Kamu sekarang lagi bahagia, bersama orang lain, di dunia kalian berdua, dan sepertinya senang sekali." watafakkk
Lalu aku menyesal, kenapa sibuk-sibuk stalking coba, kenapa aku harus selalu bertanya-tanya, kenapa aku selalu penasaran, dan kenapa aku masih stalking? 
Memang benar, lebih baik aku tidak melihat sosial mediamu, karena aku tau jawabannya.
Entahlah, meskipun aku sudah tidak berniat untuk tidak stalking lagi, aku tetap akan mengulanginya kembali.


Sabtu, 17 Januari 2015

Ingat

Hal-hal yang pernah kulupakan*:
*Aku lupa moment kita berkenalan.
*Aku lupa pertama kalinya kamu membuatku tertawa.
*Aku lupa menjadi bodoh dihadapan orang-orang
*Aku lupa saat kamu minta maaf.
*Aku lupa ketika kita pertama kali menangisi keadaan.
*Aku lupa berangan kalau kau ah..sudahlah
*aku lupa ada yang belum terwujud satupun.

Aku lupa karena sulit menghentikan semua yang tak ingin aku ingat. Dan ketika aku dipaksa harus mengingat semuanya, aku bingung. Boleh beritahu aku cara untuk melupakan kau.

Minggu, 11 Januari 2015

Mengandung Menclek

Ini Menclek
Suatu hari hidup mempertemukanmu pada seseorang yang tidak pernah kamu duga. Dia yang menggembirakan dan menyenangkan. Kemudian sejak saat itu, kamu mencari tau lebih banyak tentangnya.
Kekagumanmu pada ciptaan Tuhan yang satu itu tidak pernah habis. Tapi kamu mungkin tidak pernah sadar tentang satu hal, apa alasan dia hadir dalam hidupmu.
Bersamanya, kamu tidak ingin diganggu, tidak ingin disentuh oleh orang lain. Kamu mendekapnya begitu erat karena terlalu larut dalam ketakutan jika dia pergi.
Kenapa dia seolah-olah bisa membuat hati sebentar-sebentar berbunga-bunga, sebentar-sebentar gundah, sebentar-sebentar lelah, sebentar-sebentar semangat, sebentar-sebentar tertawa, sebentar-sebentar kecewa?
Lalu, ketika kamu tau dia bukan milikmu, kamu tidak rela membiarkannya pergi. Seberapa kuatpun kamu berpura-pura tegar, perasaan itu tidak mampu kamu atasi.
Bukan mudah melepaskan seseorang, apalagi melupakan fakta bahwa kalian meski belum pernah bersama. Ketika dia benar-benar pergi, lagi-lagi kamu hanya bisa bertanya dalam hati, "kenapa dia harus hadir, jika pada nantinya dia tetap pergi?" eng...inggg...eng....

Menclek to...

Kamis, 01 Januari 2015

Katanya

Aktivis
Apakah saya sudah menjadi mahasiswa? Bukan niat hati menyalahkan kampusnya, namun hanya ingin mendongkrak semangat organisasi di kampus  ini.
Disini si idealis - idealis tertimbun semua kebiasaan yang sulit dihilangkan di kampus ini, yaitu acuh. Terhalang fasilitas fasilitas yang tidak mendukung mereka. 

Bukan ditujukan untuk seseorang, hanya untuk catatan diri sendiri, yang sampai saat ini lebih sering terkurung dalam kostan dan bermalas-malasan.